Rencana Alokasi Air Tahunan Sungai Kabua Bua Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Banggai
Keywords:
debit andalan, alokasi air, ETo, ketahanan pangan, Sungai Kabua BuaAbstract
Ketersediaan air irigasi yang berkelanjutan merupakan faktor krusial dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di wilayah yang rentan terhadap variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana alokasi air tahunan (RAAT) Sungai Kabua Bua di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah berdasarkan analisis debit andalan dan kebutuhan air tanaman. Data hidroklimatologi diambil dari Stasiun Hek Bunta. Ketersediaan air sungai dihitung menggunakan metode MockWyn-UB selama periode 2014–2023, debit andalan dihitung dengan Metode Weibull, sedangkan evapotranspirasi potensial (ETo) dihitung dengan metode Penman-Monteith dengan bantuan software Cropwat-8 Windows berbasis data iklim bulanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit Sungai Kabua Bua memiliki pola musiman yang kuat, dengan debit maksimum terjadi pada Juni–Juli dan debit minimum pada Februari–Maret serta Oktober–Desember. Perhitungan debit andalan menunjukkan bahwa pada kondisi normal (Q50) dan basah (Q20), kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi sepanjang tahun. Namun, pada kondisi kering (Q80), terjadi defisit air pada bulan Oktober. Analisis pola tanam menunjukkan bahwa alternatif pola tanam ke-5 memberikan cakupan irigasi terluas (422.894 ha) dari debit yang tersedia. Kebutuhan air tanaman (NFR) mencapai puncaknya pada musim kemarau, khususnya Juni hingga Agustus, menciptakan potensi defisit air pada periode kritis pertumbuhan tanaman. Studi ini merekomendasikan strategi alokasi air yang adaptif, seperti penyesuaian kalender tanam, pengembangan infrastruktur penampungan air, serta penerapan sistem irigasi hemat air untuk mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan air. Dengan pengelolaan yang tepat, Sungai Kabua Bua berpotensi menjadi sumber irigasi yang handal dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Banggai.
